This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Solusi Best Choice Privat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solusi Best Choice Privat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

TIPS MENGHAFAL MATERI PELAJARAN

Tips dan cara mengahafal suatu materi pelajaran akan diperlukan oleh siswa-siswi jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Terlebih lagi untuk materi-materi pelajaran yang banyak konten tulisannya. Misalnya, pelajaran biologi, sejarah, PPKN, dan lain-lain. Karakter siswa berbeda-beda dalam proses pencarian ilmu pengetahuan. Ada yang menyukai metode hafalan. Di sisi lain, ada yang menyukai metode logika. Biasanya anak-anak yang logikanya kuat akan malas untuk menghafal dan sebaliknya.

Tanpa dipungkiri lagi bahwa metode belajar yang diterapkan siswa -siswi jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK  atau bahkan mahasiswa di Perguruan Tinggi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan banyak yang menempuh dengan metode menghafal. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah belajar dan hasil belajar itu bukan hanya bicara pada seberapa banyak ilmu pengetahuan yang berhasil diserap oleh siswa-siswi jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Ada hal lain yang lebih penting. Yaitu tentang proses belajar mendapatkan suatu ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam proses belajar itu banyak hal-hal yang bisa dipelajari oleh siswa. Selain itu, potensi-potensi yang dimiliki siswa juga bisa diketahui dan dikembangkan menjadi lebih baik. Jadi, dalam proses belajar itu jangan sampai melupakan proses belajar yang menyertai. Jangan hanya terpaku pada hasil.



Tentunya, hasil belajar juga penting di mana digunakan sebagai salah satu indikator penilaian. Prestasi dan keberhasilan siswa dalam belajar juga ditentukan oleh hasil belajar siswa yang diakumulasikan dalam suatu nilai kuantitatif atau kualitatif. Akan tetapi, tidak sedikit siswa-siswi yang terjebak pada hal ini. Siswa-siswi terlalu mementingkan hasil penilaian proses belajar tersebut. Tidak heran jika siswa-siswi kita akan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus. Bisa dengan mencontek, kerjasama dengan teman-teman dan cara-cara yang kurang santun lainnya. Kondisi ini bukan mencerminkan adanya tanda-tanda keberhasilan dalam proses pendidikan di Negara Indonesia tercinta ini.

Untuk mendapatkan nilai yang bagus, siswa-siswi kita juga banyak yang menggunakan metode menghafal materi pelajaran. Tidak jarang yang menggunakan sistem SKS (sistem kebut semalam). Terkadang ada yang tidurnya sampai larut malam ketika besoknya mau ada ulangan. Ini ada yang keliru dengan sistem pendidikan di Negara ini. Seharusnya pelajaran ini harus dipahami terlebih dahulu sebelum dihafal. Berikut ini kami mencoba untuk membrikan tips-tips cara menghafal pelajaran.

Pahami dulu materinya…

Memahami materi pelajaran sangat penting dilakukan. Bagaimana cara memahami pelajaran???. Masing-masing pribadi memang diberi kemampuan menyerap informasi yang berbeda-beda. Ada yang cepet ada yang sedang ada juga yang lambat. Untuk siswa-siswi yang kemampuan menyerap informasinya dalam level sedang dan lambat sangat disarankan untuk membaca dan mencoba memahami materi sebelum pelajaran dimulai. Misalnya ada pelajaran biologi pada hari selasa. Maka pada senin malam, siswa-siswi tersebut harus membaca dan mencoba memahami materi-materi yang akan diajarkan besoknya. Jika ada beberapa hal yang belum dipahami maka bisa ditanyakan ke guru waktu pelajaran berlangsung di sekolah. Selain itu, juga bisa tanya kepada siswa yang sudah paham. Ini memang trik yang kelihatannya spele tetapi jika diabaikan dapat menyebabkan menurunnya penguasaan materi pelajaran siswa.

Kalau sudah paham materi tentunya akan mempermudah untuk menghafal


Ada beberapa cara untuk menghafal agar hafalan lebih kuat dan tahan lama. Misalnya, kalau pada pelajaran kimia dalam menghafalkan unsur-unsur pada masing-masing golongan, bisa menggunakan singkatan-singkatan tertentu. Dalam pelajaran fisika juga demikian, yang biasanya untuk menghafalkan rumus-rumus. Sangat penting juga diterapkan pada pelajaran biologi karena materi-materi di biologi ini biasanya sangat banyak kandungan teksnya sehingga perlu dirangkum dan dihafalkan.

CARA EFEKTIF MENDIDIK DAN MENDISIPLINKAN ANAK

Disiplin secara luas dapat diartikan sebagai semacam pengaruh yang dirancang untuk membantu anak agar mampu menghadapi tuntutan dari lingkungan. Masalah disiplin di dunia pendidikan tidak dapat dilihat terlepas dari pertumbuhan disiplin anak sejak dini di rumah, kualitas emosional yang sudah menjadi kebiasaan akan ikut menentukan bagaimana ia menyesuaikan dirinya. Kemudian di sekolah dan berlanjut di masyarakat sebagai dasar yang diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, amatlah penting memahami dahulu psikologi perkebangan anak sebelum ia memasuki sekolah, prinsip dan asas pertumbuhannya yang berkenaan erat dengan kebutuhannya, ketergantungan kepada orang lain serta kesan-kesan pertama yang meletakkan pola perasaan dalam tumbuh kembang pribadinya, yang kemudian menjadi pola perasaan yang habitual yang akan menjadi dasar untuk menempa disiplin di sekolah.

Sesungguhnya seorang anak membutuhkan perasaan tersebut untuk tumbuh kembang dengan caranya sendiri. Namun, pada hakikatnya, seorang anak dan setiap orang membutuhkan disiplin. Ini hanyalah satu di antara berbagai paradoks dalam perkembangan. Seseorang tidak dapat menikmati kebebasannya kalau ia tidak  mengorbankan  beberapa segi dari kebebasan tersebut. Orang tua dan guru harus membantu anak belajar menikmati kebebasan itu, tetapi jug harus dapat melarangnya pada saat yang diperlukan, sebagai suatu keseimbangan antara kebebasan dan larangan yang merupakan suatu integrasi yang akan membawanya pada rasa aman yang dicarinya. Bila kebebasan itu ia alami tanpa batas, ia akan merasa tak pasti dan taka man.

Tujuan disiplin bukan untuk melarang kebebasan atau mengadakan penekanan, melainkan memberikan kebebasan dalam batas kemampuannya untuk ia kelola. Sebaliknya, kalau berbagai larangan itu amat ditekankan kepadanya, ia akan merasa terancam dan frustasi serta memberontak, bahkan akan mengalami rasa cemas yang merupakan suatu gejala yang kurang baik dalam pertumbuhan seseorang. Tanpa disiplin, tanpa mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, seorang anak pada umumnya tidak akan bertahan dalam kehidupan.

Sekolah yang memperlakukan peraturan ketat tanpa meletaakkan kualitas emosional yang dituntut dalam hubungan interpersonal antar guru dengan murid dan sesama murid ataupun sesama guru akan menimbulkan rasa tak aman, ketakutan, serta keterpaksaan dalam perkembangan anak. Tetapi sebaliknya, sekolah yang dapat memperlakukan peraturan secara rapi yang dilandasi oleh kualitas emosional yang baik dalam hubungan guru dan murid atau manusia lainnya, akan menghasilkan ketaatan yang sopan.
Disiplin membantu anak menyadari apa yang diharapkan dan apa yang tidak diharapkan darinya, dan membantunya bagaimana mencapai apa yang diharapkan darinya tersebut. Disiplin terjadi bila pengaruh diberikan oleh seseorang yang memberikan rasa aman dan tumbuh dari pribadi yang berwibawa serta dicintai, bukan dari orang yang ditakuti dan berkuasa.



Seseorang yang hidup di masyarakat harus berkembang sepanjang hayat dengan peraturan dan kebiasaan teratur dari lingkungannya. Seorang anak yang di rumah kurang memeroleh pendidikan dan kebiasaan untuk taat pada disiplin, akan harus memenuhi hukuman dari sekolah bila melanggar berbagai peraturan. Hukuman itu diperolehnya dari orang berbeda dari lingkungan keluarga. Hal ini sudah pasti akan menimbulkan kesenjangan dalam membina pola emosional yang positif untuk menjadi kebiasaan.


Semua peraturan disiplin akan menjadi kebiasaan-kebiasaan yang baik bila dalam melaksanakan berbagai peraturan terwujud kondisi yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang dan berbuat sesuatu sesuai kemampuannya. Bahkan akan berkembang menjadi disiplin diri bila peraturan itu dipegang secara konsisten.

Selasa, 31 Mei 2016

TIPS MELEJITKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK


  1. Mendidik anak untuk mencari teman yang baik
  2. Memperhaitkan kegiatan anak
  3. Kejujuran, tidak munafik
  4. Mendidik anak agar untuk rajin membaca bacaan yang bermutu
  5. Menajaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa dan akal
  6. Rajin berdoa
  7. Mengajari anak bersyukur kepad Allah SWT karena hakikatnya syukur itu untuk diri sendiri
  8. Mengajari anak menjauhi syirik karena itu adalah kezaliman besar
  9. Mengajari anak menghormati ibunya yang telah mengandung dengan susah payah, lemah, dan bertambah-tambah selama 9 bulan.
  10. Mengajari anak menghomarti kedua orang tua
  11. Mengajari anak untuk menolak perintah orangtua yang salah dengan cara yang bijak
  12. Mengajari anak untuk menjauhi sikap sombong, angkuh, meremehkan orang lain, memalingkan muka, memandang rendah orang lain, dan tidak mau bertegur sapa.
  13. Mengajari anak sifat kesederhanaan, tampil dengan wajar tidak membuat resah orang lain, tidka menyebabkan orang lain sakit hati
  14. Menjaga keharmonisan keluarga
  15. Memberikan teladan kesalahan
  16. Mengajari anak mengenali dan menguasai problematika zaman
  17. Memberikan apresiasi yang pantas buat anak
  18. Merisaukan keselamatan mereka
  19. Mengajarkan kepada anak-anak bahwa hidup dan kehidupan ini saling berhubungan
  20. Menjadilah orang tua sebagai pendengar yang baik bagi anak-anaknya
  21. Mengajarkan anak-anak untuk menggunakan kata dan ungkapan yang bagus, indah, dan mendorong imajinasi
  22. Mendorong anak-anak untk berimajinasi tentang masa depannya dan tentang kehidupan
  23. Menemukan dan merayakan kejadian-kejadian menarik dan menyenangkan yang terjadi setiap hari atau minggu.
  24. Memberikan ruang kepada anak untuk berkreasi, menentuakn program dan jadwal kegiatan.
  25. Menjadi cermin positif bagi anak-anak
  26. Sekali-sekali menciptakan suasana yang benar-benar santai, melepaskan semua ketegangan dan kepenatan fisik maupun psikis.
  27. Setiap hari adalah istimewa, yang wajib dihayati dan disyukuri.
  28. Orangtua atau guru yang bermaksud mengembangkan kecerdasan spiritual anak haruslah seseorang yang sudah mengalami kesadaran spiritual juga
  29. Merumuskan msii hidup
  30. Membaca kitab suci al qur’an
  31. Menceritakan kisah-kisah yang menggugah semangat keimanan mereka
  32. Melibatkan anak dalam ibadah dan kegiatan-kegiatan keagamaan
  33. Memberikan kepada anak-anak kita makna batiniah dari setiap ibadah yang kita lakukan
  34. Membawa anak untuk menikmati keindahan alam
  35. Mengikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial
  36. Mendidik anak untuk menumbuhkan rasa cinta
  37. Cinta merupakan kebutuhan paling penting bagi anak
  38. Mendidik anak untuk menerima apa adanya
  39. Membiasakn mengambil, memberi, makan, dan minum dengan tangan kanan.
  40. Membiasakan mendahulukan bagian kanan dalam berpakaian
  41. Dilarang tidur tertelungkup dan dibiasakan tidur dengan posisi badan miring ke kanan
  42. Dihindarkan tidak memakai pakaian atau celana yang pendek agar anak tumbuh dengan kesadaran menutup aurat dan malu membukanya
  43. Dibiasakan membaca basmalla ketika hendak makan, atau membaca doa ketika mengerjakan pekerjaan apapun
  44. Dibiasakan untuk mengambil makanan yang terdekat dan tidak memulai makan sebelum orang lain
  45. Tidak memandang dengan tajam kepada makanan maupun kepada orang yang makan
  46. Dibiasakan tidak makan dengan tergesa-gesa dan supaya mengunyah makanan dengan baik
  47. Dibiasakan makan makanan yang ada dan tidak mengingini yang tidak ada
  48. Dididik untuk mendahulukan orang lain dalam makanan atau permainan yang disenangi dengan dibiasakan agar menghormati saudara-saudaranya, sanak familinya yang masih kecil
  49. Dibiasakan mengucapkan dua kalimat syahadah dan mengulanginya berkali-kali setiap hari
  50. Dibiasakan membaca alhamdulilllah jika bersin, dan mengatakan yarhamukallah kepada orang yang bersin jika membaca Alhamdulillah
  51. Supaya menahan mulut dan menutupnya jika menguap dan jangan sampai bersuara
  52. Dibiasakan berterima kasih jika mendapat  suatu kebaikan sekalipun hanya sedikit
  53. Ketika berjalan jangan mendahului kedua orangtua atau siapa yang lebih tua darinya dan tidak memasuki tempat lebih dahulu dari keduanya untuk menghormati mereka
  54. Tidak membuang sampah di jalanan bahkan ajarilah anak untuk bisa memperingati teman-temannya
  55. Mengucapkan salam dengan sopan kepada orang yang dijumpainya dengan mengatakan assalaualaikum serta membalas salam orang-orang yang mengucapkannya
  56. Diajari kata-kata yang benar dan dibiasakan dengan bahasa yang baik dan lemah lembut
  57. Dibiasakan menuruti perintah orang tua atau siapa saja yang lebih besar darinya, jika disuruh sesuatu yang diperbolehkan
  58. Hendaknya kedua orang tua mengucapkan terima kasih kepada anak jika menuruti perintah dan menjauhi larangan
  59. Dibiasakan menghormati milik orang lain.



Diringkas dari buku Mendidik SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW 

MENGENALKAN KECERDASAN SPIRITUAL KEPADA ANAK

Sudah tertanam anggapan umum pada masyarakat bahwa anak yang cerdas adalah anak yang memiliki kemampuan nilai eksakta yang bagus, dan sebaliknya. Anak cerdas adalah anak yang bisa diterima di jurusan IPA bukan IPS atau Bahasa. Wajar jika sebagian besar orang tua cemas bila anaknya kurang pandai dalam matematika, fisika, atau pelajaran lainnya. Dan anak pun merasa malu dan rendah hati terhadap teman-teman dan lingkungannya ketika jurusan mereka bukan jurusan IPA tapi IPS atau Bahasa. Mereka merasa dinomor-duakan dalam berinteraksi baik oleh guru, teman, bahkan orang tuanya.

Kecerdasan spiritual diartikan sebagai kecerdasaan manusia dalam member makna. Dalam kondisi yang sangat buruk dan tidak diharapkan, kecerdasan spiritual mampu menuntun manusia untuk menemukan makna. Manusia dapat memberikan makna dari berbagai hal, agama mengarahkan manusia untuk mencari makna dengan pandangan yang lebih jauh. Bermakna di hadapan Tuhan. Inilah makna sejati yang diarahkan oleh agama, karena sumber makna selain Tuhan tidaklah kekal.



Cara orang tua dan guru mengenalkan kecerdasan spiritual menurut Prof. DR. KH. Jalaluddin Rakhmat dapat dilakukan dengan memberikan 10 kiat mengembangkan kecerdasan spiritual.

Pertama,
Sebagai orang tua dan guru, kita harus memberikan pemahaman kepada anak akan arti dan makna akan segala hal yang dialami anak. Kita harus ingat bahwa anak adalah penyontoh atau peniru yang baik. Apapun yang terlihat dan terdengar oleh anak akan dengan mudah ditirukan oleh si anak.

Kedua,
Kita harus membantu anak untuk merumuskan misi hidupnya sebagai anak yang sholih dan sholihah. Menurut Dr. M. Quraish Shihab, yang dimaksud sholih dan sholihah adalah; Pertama, menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya yaitu untuk mengabdikan diri, menghambakan diri kepada sang Khaliq Allah SWT. Kedua, menjadi khalifah di muka bumi yang membawa risalah kebenaran yang sesuai amar ma’ruf nahi munkar.

Ketiga,
Membaca kitab suci bersama-sama dan menjelaskan maknanya dalam kehidupan. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa semenjak dalam kandungan pun anak sudah bisa merasakan akan kehadiran sesuatu di luar dirinya dan anak sudah dapat mendengar. Oleh karena itu, orang tua harus sesering mungkin untuk memperdengarkan bacaan-bacaan yang bermanfaat bagi anak, terutama membaca al qur’an.

Keempat,
Menceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual. Anak-anak sangat menyukai sifat-sifat “heroik” dan kepahlawanan dari diri orang lain. Maka dari itu akan sangat baik untuk menceritakan kisah-kisah yang penuh semangat dan inspiratif dari para pahlawan agama seperti kisah para rasul dan sahabat.

Kelima,
Menceritakan berbagai persoalan dari segala perspektif. Mengajak anak berdiskusi dari dini merupakan langkah awal yang baik untuk merangsang pola piker anak. Mereka akan terbiasa dengan segala persoalan dan bagaimana cara pemecahannya.

Keenam,
Melibatkan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan. Ritual-ritual keagaaman adalah rangkaian yang harus diperkenalkan oleh orang tua kepada anak, kendatipun semua hanya ritual dan kegiatan-kegiatan keagamaan tetapi orang tua harus memberikan pemahaman dan pemaknaan akan ritual tersebut, agar anak tidak merasa semua itu hanya sebatas kebiasaan saja.

Ketujuh,
Membacakn puisi-puisi atau lagu-lagu yang spiritualis dan inspirasional. Membacakan puisi atau memperdengarkan lagu kepada anak tidak hanya untuk melengkapi pengetahuan mereka tetapi juga akan mengasah bakat-bakat seni yang mereka miliki.

Kedelapan,
Membawa anak untuk menikmati keindahan alam yang dapat dijadikan untuk pengenalan benda, warna, dan seni kepada anak, dan tidak akalah pentingnya adalah memperkenalkan kebesaran Tuahn akan keindahan ciptaan-Nya.

Kesembilan,
Membawa anak ke tempat-tempat orang yang menderita. Ini adalah satu cara untuk mengajarkan kepada anak untuk bersyukur atas nikmat dan kesempurnaan yang telah diterimanya.

Kesepuluh,

Mengikutsertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial. Hal ini tidak jauh beda dengan hal di atas, mengajarkan anak bersukur dan memupuk semangat kebersamaan anak dengan nilai-nilai sosial, bagaimana anak terbiasa berbagai dengan sesama, peduli dengan orang lain, dan lingkungannya.

Diringkas dari buku Mendidik SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW 

Minggu, 29 Mei 2016

Cara mengatur waktu belajar untuk siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA

Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba memberikan cara tentang cara mengatur waktu belajar siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Dalam pemaparan tip ini tentunya berkaitan juga dengan aktivitas-aktivitas harian siswa lainnya. Kami memulai dengan menjelaskan tentang perbedaan manajamen waktu belajar siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Perbedaan utamanya adalah terletak pada tingkat kemandirian siswa tersebut. Dengan demikian, peran orang tua dalam mengatur waktu belajar siswa ini juga sangat diperlukan. Anak SD/MI mungkin membutuhkan 75% bimbingan orang tuanya. Anak SMP/MTs membutuhkan 50% dan anak SMA/MA hanya membutuhkan sekitar 25% bimbingan orang tua karena sudah dianggap lebih dewasa dan bisa mengatur dirinya.



Menurut kami tip-tip yang akan kami sampaikan bisa diterapkan untuk anak SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Penjelasan akan diberikan di bawah ini.

Pertama, Biasakan anak sudah bangun pada pukul 03.00 WIB.

Ini langkah penting untuk manajemen waktu belajar anak. Dengan bangun lebih awal, anak bisa melakukan sholat tahajud dan witir. Implementasi ibadah dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan agar anak selalu diberikan kelancaran dan ketenangan dalam menempuh studi. Jika ada waktu tersisa sebelum datang waktu shubuh, maka bisa dimanfaatkan untuk persiapan berangkat ke sekolah. Misalnya, untuk mengecek PR, mengulangi pelajaran, dan lain-lain. Ketika adzan shubuh anak sudah harus dibiasakan untuk sholat berjamaah di masjid. Setelah itu bisa membaca al quran dan dilanjutkan untuk siap-siap menuju sekolah.

Kedua, Pukul 07.00 sampai pulang sekolah.

Di sini kami tidak menuliskan waktu pulang sekolah siswa karena antara waktu pulang untuk siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA tentunya berbeda-beda. Waktu yang dihabiskan siswa di sekolah untuk belajar ini sangatlah banyak. Lebih-lebih jika siswa berada dalam lingkungan sekolah fullday. Jika waktu di sekolah ini dimanafaatkan sebaik-baiknya tentunya akan memiliki dampak positif yang luar biasa bagi perkembangan pendidikan anak. Hal ini tentunya membutuhkan perhatian dari semua pihak khususnya dari pihak sekolah di mana harus menciptakan kondisi dan suasana belajar yang baik  dan menyenangkan bagi siswa. Hal yang perlu diperhatikan adalah terkadang siswa terlalu asyik bermain ketika di sekolah yang mengakibatkan sedikitnya persentase penyerapan materi-materi pelajaran yang disampaikan di sekolah. Peran orang tua juga penting dalam memilih sekolah yang berkualitas dan bisa meningkatkan potensi anak.

Ketiga, Pukul setelah pulang sekolah sampai pukul 20.00 WIB.

Pada waktu ini ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan oleh siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Misalnya bisa digunakan untuk istirahat atau mengikuti les privat. Tidak jarang siswa memanfaatkan waktu-waktu ini untuk belajar dengan mendatangkan guru privat/tentor/tutor ke rumah siswa. Dengan dibimbing oleh guru privat/tentor/tutor yang berkompeten dan berpengalaman akan meningkatkan efektivitas belajar siswa. Waktu belajar siswa ketika mengikuti les privat biasanya maksimal sampai pukul 20.00 WIB. Setelah waktu itu, sangat jarang siswa yang ingin belajar secara privat karena biasanya siswa sudah mengantuk pada pukul tersebut.

Keempat, Pukul 09.00/10.00 WIBSiswa harus sudah tidur.

Setelah menjalani rutinitas sehari-hari, maka diperlukan istirahat agar kondisi tubuh siswa kembali fit dan bugar untuk menjalani rutinitas hari berikutnya. Hal ini jangan sampai dianggap sepele. Mungkin ada beberapa siswa yang tidur larut malam. Terkadang orang tua pun juga membiarkan putra-putrinya. Jika anak bisa tidur lebih awal maka bangunpun bisa lebih awal sehingga tidak akan terjadi terlambat bangun tidur.

Itulah beberapa tips yang bisa kami (Manajemen Les Privat BEST CHOICE) berikan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.



Admin BEST CHOICE



Kamis, 26 Mei 2016

CARA MEMPERSIAPKAN DIRI AGAR BISA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI FAVORIT

Les privat BEST CHOICE Malang mulai tahun 2016 ini menerima siswa baru untuk persiapan tes SBMPTN. Ada siswa kami yang meminta guru privat untuk pelajaran kimia, matematika dan biologi. Kamipun dari pihak menajemen merasa senang jika kami diberi kepercayaan untuk membimbing siswa kami agar mendapatkan hasil yang terbaik dalam tes SBMPTN tahun ini. Manajemen BEST CHOICE juga sudah melakukan ekspansi pelayanan jasa guru les privat mengaji. Dengan demikian, kami memang ingin memantaskan diri untuk menjadi solusi atas kebutuhan guru les privat yang tidak hanya pelajaran-pelajaran dari SD sampai SMA tetapi juga gurules privat mengaji dan guru les privat untuk persiapan tes memasuki Perguruan Tinggi.

Cara mempersiapkan diri agar masuk PTN favorit


Setelah kami melakukan pendampingan kepada siswa kami, ada beberapa hal yang kami temui di lapangan.

Pertama, siswa belum siap untuk mengikuti tes SBMPTN

Kenapa hal ini terjadi???

Salah satu penyebabnya adalah kebanyakan siswa merasa soal-soal untuk bidang minat IPA dan IPS yang diujikan adalah sangat susah. Soal-soal yang diujikan hampir tidak sama dengan soal UAN yang telah siswa kerjakan. Dengan demikian, siswa merasa kesulitan untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Menurut pandangan kami, sebenarnya hal ini bisa diantisipasi dengan cara menyediakan waktu yang lebih banyak untuk persiapan tes SBMPTN yang bergensi itu. Kebanyakan siswa hanya memiliki waktu 1 sampai 2 bulan untuk mempersiapkan tes SBMPTN. Tentu saja waktu tersebut sangat kurang untuk bisa menjawab soal-soal SBMPTN yang memang tingkat kesukarannya sangat tinggi. Soal-soal SBMPTN diambilkan dari materi-materi di Perguruan Tinggi dan yang membuat pun sekelas dosen yang memang ahli di bidangnya. Jika  memang siswa ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui tes SBMPTN, maka harus menyediakan waktu yang lebih banyak untuk melakukan persiapan. Bisa dimulai dari ketika memasuki bangku kelas 3 SMA. Siswa bisa melakukan persiapan dengan membeli buku-buku panduan SBMPTN yang sudah tersebar di toko-toko buku kemudian dipelajari secara mendalam. Jika siswa merasa kesulitan maka perlu juga untuk mendatangkan guru privat/tutor/tentor untuk membantu membimbing misalnya dari lesprivat BEST CHOICE Malang.

Kedua, karena siswa merasa belum siap untuk tes bidang minatnya, maka siswa mencoba untuk memaksimalkan perolehan nilai di soal-soal non bidang minat atau yang disebut dengan TPA (Tes Potensi Akademik)

Hal ini juga menjadi hal yang perlu kita cermati bersama karena soal-soal TPA ini juga bukan merupakan soal yang mudah ditaklukan. Soal-soal TPA juga digunakan untuk memasuki jenjang S2 dan S3. Banyak juga calon mahasiswa S2 dan S3 yang kesulitan mendapatkan nilai skor yang dijadikan sebagai persyaratan masuk S2 dan S3. Jadi, siswa juga harus berhati-hati karena untuk mendapatkan nilai yang maksimal di tes TPA ini juga tidak mudah. Guna mendapatkan skor yang tinggi dibutuhkan persiapan dengan waktu yang cukup, pendalaman materi dan trik-trik pengerjaan soal yang baik. Oleh karenanya, apabila siswa mengalami kesulitan ketika belajar secara otodidak maka perlu kiranya untuk memanggil guru privat/tutor/tentor dari les privat BEST CHOICE Malang.

Dua hal itu lah yang kami temukan di lapangan selaku manajemen les privatBEST CHOICE Malang. Janganlah menyerah untuk bisa mendapatkan skor yang terbaik pada ujian tes SBMPTN. Kita harus bisa meraih impian terbesar kita. Bisa masuk jurusan favorit di Perguruan Tinggi Negeri merupakan kebanggan setiap siswa dan orang tua siswa. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa agar keingian dan impian tersebut bisa terwujud dan tanpa ada halangan yang berarti.


Admin Best Choice Privat




Nur Lailah, S.Si